Minggu, 03 April 2011

ANCAM TERHADAP SBY


Senayan, Warta Kota
     Front Pembela Islam (FPI) menilai pernyataan tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai pembubaran ormas anarkis tak nermutu. FPI bahkan menganccam akan menggulingkan Presiden seperti Ben Ali di Tunisia, jika terus menyatakan pernyataannya.
     "Kalau dia terus menghembuskan pembubaran ormas, maka umat Islam sangat siap untuk mem-Ben Ali-kan SBY karena ternyata dia lebih memilih berada pada pihak bathil," kata Ketua Bidang Advokasi FPI Munarman kepada Kompas.com, Jumat (11/2)
     Munarman menilai pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang paling tidak bermutu dari seorang presiden, karena titik persoalan yang melatarbelakangi insiden di Cikeusik, Pndeglang, Banten justru ada di kubu Ahmadiyah. "Jaka sembung naik ojek, nggak nyambung jek. Masalahnya ada di Ahmadiyah yang melanggar UU, kok ormas yang jadi sasaran," tambahnya.
     Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, setiap orang berhak menyuarakan pendapatnya. Ia ditanya tentang isu rencana penggulingan itu dalam wawancara dengan SCTV. "Saya tidak melihat langsung. Namun kalau betul yang bersangkutan itu bersama dengan yang lain ingin menggulingkan kekuasaan dengan kudeta dan mengajak jenderal, di negara manapun hal ini adalah makar." tegas SBY.















Refrensi :
Koran Warta Kota edisi Sabtu, 12 Februari 2011 halaman 5

PROKLAMASI


PROKLAMASI
“ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan seksama dalam tempo tempo yang sesingkat-singkatnya”

Jakarta, 17 Agustus  1945
Atas nama bangsa Indonesia
SOEKARNO-HATTA

PERLAKUAN TERHADAP ILMU PENGETAHUAN


Ada perlakuan yang tidak corret terhadap ilmu pengetahuan di perguruan tinggi pada khususnya. Dikatakan tidak corret karena disitu ilmu pengetahuan dihayati tidak dalam artinya yang lengkap yaitu: ilmu pengetahuan dalam artian produk, ilmu pengetahuan dalam artian proses dan ilmu pengetahuan dalam artian masyarakat (community).
v     Ilmu pengetahuan, sebagai produk adalah pengetahuan yang telah diketahui dan diakui kebenarannya oleh masyarakat ilmuwan.
v     Ilmu pengetahuan, sebagai proses adalah kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan demi penemuan dan pemahaman dunia alami sebagaimana adanya dan bukan sebagai man yang dikehendaki..
v     Ilmu pengetahuan, sebagai masyarakat adalah suatu community dimana tindak-tanduk, perilaku dan sikap serta tutur-kata para warganya di atur oleh empat ketentuan, yaitu :
1.      Universalisme
Berarti bahwa ilmu pengetahuan harus bebas dari warna kulit, ras, keturunan maupun keyakinan.
2.      Komunialisme
Berarti bahwa ilmu pengetahuan merupakan milik masyarakat (public knowleadge) .
3.      Disinterestedness
Berarti ilmu pengetahuan bukan propaganda.
4.      Skeptisisme
Berarti keinginan untuk mengetahui dan mempertanyakan didasarkan pada nalat dan keteraturan berpikir.
Tetapi bagaimana mungkin orang menjadi  pengolah ilmu pengetahaun kalau tidak memiliki semangat ilmiah karena praktis tidak dibiasakan menekuni ilmu pengetahuan  dalam artian proses. Maka dalam pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, bila karena sesuatu hal pengetahuan ilmiah ini belum dapat diperlukan sebagai satu kesatuan yang lengkap, yang seharusnya diutamakan adalah pemantapannya dalam artian yang ketiga, yaitu ilmu pengetahuan sebagai masyarakat, bukan artian product. Gejala kemasyarakatan yang sama menunjukan juga betapa pentingnya pembinaan ilmu pengetahuan dalam artian proses. Pihak eksekutif harus mampu tidak hanya membentuk teknostruktur yang diperlukan bagi kerja besar tersebut tetapi juga menempatkan di posisi kunci pada teknostruktur pekerja-pekerja otak (knowledge workers) yang sepadan. Pekerja otak ini pada tahap manusia penganalisis, yang bersemangat ilmiah melalui ilmu pengetahuan dalam arti proses.
Manusia penganalisis yang tekun berusaha mengembangkan semangat ilmiah dalam dirinya ini sering dicap oleh aktivis politik kampus sebagai kutu buku yang tidak peka terhadap masalah-masalah masyarakat. Kalau kita mengakui bahwa umat manusia akan memasuki era IPTEK di abad-XXI dan IPTEK akan memainkan peran penting di dalam menentukan kedudukan peran masyarakat bangsa tersebut diantara masyarakat bangsa-bangsa di dunia. Era informasi dimana sekarang kota hidup membombardir kita dengan aneka ragam pengetahuan, melalui berbagai macam media massa, pengajaran, training, yang belum sempat untuk dipahami sudah dating puluhan lainnya dan begitu terus-menerus.

TINJAUAN UMUM TENTANG STATISTIK


            Jika ditanya tentang statistik atau ilmu statistik, kebanyakan orang akan beranggapan tentang suatu ilmu yang canggih, yang membutuhkan persamaan matematis yang sulit dan rumit, dan pastilah ilmu tersebut baru berkembang pada masa sekarang ini aja. Pada hal jika dikaitkan dengan pengertian sebagian statistika yang termasuk proses pengumpulan dan penyusunan data, maka kegiatan statistika itu sendiri sebenarnya sudah sejak lama digunakan manusia untuk berbagai keperluan.
Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya kita telah banyak memakai statistic walaupun dalam bentuk yang sederhana, apakah dirumsh, dikantor, atau ditempat lain. Sebagai contoh menghitung data dan melakukan proses rata-rata terhadap data yang telah kita kumpulkan, misalnya mengetahui rata-rata penduduk disuatu daerah, atau jumlah padi yang dipanen tentu sudah biasa dilakukan orang sejak jaman dulu.
Dalam perkembangannya, kata statistik mulai diperkenalkan oleh Prof.Gottfried Achenwall pada pertengahan abad 18. Kemudian Dr.Zimmerman membawa kata tersebut ke daratan Inggris dan mengubahnya menjadi statistics. Penggunaan kata tersebut mulai terkenal dengan terbitnya buku Statistical Account of Scotland 1791-1799 oleh Sir Jhon Sinclair. Dalam kurun waktu yang kurang lebih sama, William Playfair (1759-1823) memberikan sumbangan pada ilmu statistik tentang penyajian data dengan grafik garis, gambar batang (bar) daan gambar lingkaran (Pie). Tahun 1922 Ronald Fisher (1890-1962) memperkenalkan berbagai konsep baru dalam ilmu statistik, sehingga dia dianggap sebagai salah satu pendiri statistika modern. Kontribusi fisher antara lain ada pada penemuan metode untuk menangani sampel dalam jumlah kecil, Analisis Varians (ANOVA), konsep Maximum Likehood, uji hipotesa dan sebaginya.
Berkembangnya teknologi informasi, yang kemudian diikuti dengan penggunaan internet yang demikian luas telah mendorong ilmu statistik memasuki era baru yang lebih sulit terbayangkan sebelumnya. Berbagai software statistik seperti SPSS, SAS, MiniTab dan sebagianya telah membuat proses pengolahan data dengan metode statistik menjadi mudah dan cepat.

Lahirnya Piagam HAM se-Dunia


Sesuai dengan kodratnya, sejak kehadirannya setiap manusia memiliki banyak keistimewahan jika dibandingkan dengan mahluk lainnya tapi juga tidak terlepas dari kodrat memiliki hawa nafsu (keinginan). Nafsu yang baik akan membawa manusia ke alam kehidupan yang baik pula seperti saling menghargai HAM, sedangkan nafsu yang buruk akan berdampak negative bagi kehidupan manusia. Dari nafsu yang buruk akan muncul keserakahan, keegoisan dan hilangnya rasa kemanusiaan yang menimbulkan pertentangan dan peperangan bahkan yang sangat memprihatinkan pada jaman dahulu banyak melahirkan perbudakan yang berarti perkosaan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia. Misalnya pada jaman Mesir Kuno, Raja Firaun memperbudak bangsa yang dikalahkannya seperti bangsa Yahudi berates-ratus tahun.
            Pelanggaran HAM dialami pula oleh bangsa lainnya seperti terjadinya diskriminasi radial terhadap bangsa kult hitam, intimidasi (menakut-nakuti) terhadap orang-orang tertentu dan penindasaan terhadap orang-orang lemah serta diberlakukannya faham konoalisme atau imprealisme (penjajahan).
            Dengan berbagai macam dan bentuk pemerkosaan atau pelanggaran HAM yang dirasakan pula pada kejadian perang Dunia ke I maupun ke II, akhirnya dibentuklah suatu pernyataan sedunia tentang HAM  (Universal Declaration of Human Rights) pada tanggal 10 Desember 1948. Sebelumnya, pada pasca perang dunia ke II 1946 disusunlah suatu rancangan piagam HAM oleh organisasi kerjasama untuk social ekonomi PBB dibawah pimpinan Ny.Eleanor Roosevelt.
            Setelah rancangan tersebut diterima sebagai suatu piagam resmi pada tanggal 10 Desember 1948, maka bangsa-bangsa yang menjadi anggota PBB secara moral berkewajiban untuk melaksanaan isi pernyataan (deklarasi) tersebut.

KEDUDUKAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK HIDUP


Perlu disadari bahwa setiap manusia itu pada haikatnya tidak mungkin terlepas dari “hidup intern pribadi” dan “ekstern kehidupan antar pribadi. Hidup intern pribadi tersebut merupakan cerminan bahwa manusia itu sebagai mahluk individu dan sekaligus mahluk Tuhan,sedangkan kehidupan ekstern antar pribadi merupakan cerminan bahwa manusia  itu sebagai mahluk social.
Namun demikian dalam kenyataannya kedua pengertian tersebut sama-sama pentingnya atau tida bisa dipisahkan. Itulah hakikat manusia yang tidak dimiliki oleh mahluk-mahluk Tuhan yang lainnya seperti hewan dan nabati.Manusia dibedakan oleh Tuhan dari berbagai segi seperti panca indra, kemampuan berfikir dan sebagainya. Namun juga dikaruniai dengan keistimewahan-keistimewahan tertentu oleh Tuhan Yang Maha Esa seperti : 
1. Daya cipta, rasa, dan karsa
Dengan daya cipta setiap manusia dapat menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat, dengan rasanya dapat menikmati sesuatu yang indah, dan dengan karsanya dapat pula menjadi produktif.
b.                  2. Hak-hak asasi secara kodrati
Karena individu manusia memiliki hak asasi kodrati dapat melakukan sesuatu yang sesuai dengan daya cipta, rasa, karsanya sendiri. Harkat, martabat dan derajat yang tinggi
Dengan harkat dan martabat (derajat) individu manusia dapat memposisikan dirinya atas mahluk-mahluk lain.
d.               3. Keinginan bermasyarakat
Melalui keinginannya setiap individu manusia dapat berinteraksi dengan warga masyarakat lainnya.
e.              4. Segala potensi sumber kekayaan alam
Manusia dapat memanfaatkan segala potensi sumber alam yang disediakan oleh Tuhan.
            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia sebagai mahluk individu yang sudah dewasa memiliki konsekuensi –konsekuensi tertentu, seperti :
  • Merawat diri bersih, rapi, sehat dan kuat
  • Hidup mandiri atau berdikari
  • Berkepribadian baik dan luhur, serta
  • Mempertanggungjawabkan perbuatannya.